JHANA 333, Solusi Jagung Hibrida Unggul untuk Sistem Agroforestri
Maros, (3/3) – Keterbatasan cahaya matahari sering kali menjadi kendala utama dalam pengembangan tanaman jagung di lahan tumpang sari. Menjawab tantangan tersebut, BRMP Serealia memperkenalkan JHANA 333, sebuah varietas jagung hibrida yang dijuluki sebagai "Panglima Adaptasi" karena kemampuannya tumbuh optimal meskipun dalam kondisi intensitas cahaya yang tidak penuh.
Ketangguhan pada Lahan Terbatas Cahaya
Keunggulan utama JHANA 333 terletak pada tingkat toleransi naungan yang mencapai 40%. Karakteristik ini menjadikannya solusi ideal untuk dikembangkan pada sistem agroforestri atau di bawah tegakan tanaman perkebunan seperti kelapa, karet, dan jati dengan umur tanaman di bawah tiga tahun.
Meskipun ditanam pada lahan dengan paparan matahari terbatas, varietas ini tetap menunjukkan pertumbuhan vegetatif awal yang optimal serta pertumbuhan tanaman yang seragam dan vigor.
Potensi Hasil Tinggi dan Stabil
JHANA 333 membuktikan bahwa keterbatasan cahaya tidak menghalangi produktivitas. Varietas ini memiliki karakteristik tongkol besar dengan pengisian biji yang optimal.
- Rata-rata Hasil: 10–12 ton/ha.
- Potensi Hasil Maksimal: Menembus >13 ton/ha dengan penerapan teknologi budidaya yang sesuai.
- Umur Panen: Berkisar antara ±104 hari di dataran rendah hingga ±119 hari di dataran tinggi.
Adaptabilitas dan Ketahanan Penyakit
Selain adaptif di berbagai agroekosistem (dataran rendah hingga menengah), JHANA 333 juga memiliki ketahanan yang kuat terhadap penyakit bulai yang disebabkan oleh patogen Peronosclerospora philippinensis. Ketahanan ini memberikan jaminan keamanan bagi petani dari risiko gagal panen akibat serangan jamur, baik pada musim hujan maupun kemarau.
Kehadiran JHANA 333 merupakan wujud komitmen BRMP Serealia dalam menghadirkan inovasi yang adaptif untuk mendukung program Swasembada Pangan nasional melalui optimalisasi lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Artikel ini bersumber pada Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian